+6281328999230

International Gamelan Festival 2018-Solo

International Gamelan Festival (IGF) ini mengusung tema home coming  atau pulang kampung. IGF digelar pada  9 – 16 Agustus 2018. Acara Pembukaan International Gamelan Festival 2018.  Soft Opening  “HOMECOMING”  menghadirkan 73 kelompok gamelan yang akan menabuh bersama di Citywalk, Sriwedari – Benteng Vastenburg digelar pada  9 Agustus pukul 15.00-17.00 WIB Kamis. Opening Concert 9 Agustus 2018, pkl 19.00 di Benteng Vastenburg.

Kegiatan ini berpijak pada program Indonesiana yang mengedapankan gotong royong untuk memperkuat karakter budaya bangsa, acara ini juga melibatkan sejumlah daerah di luar Solo.

Asisten Administrasi Umum Pemkot Solo, Eny Tyasni, mengklaim Solo sering menggelar kegiatan budaya dengan menggandeng daerah lain.  Prinsipnya Solo selalu membuka kerja sama dengan siapa pun untuk pengembangan kebudayaan. Wali Kota F.X. Hadi Rudyatmo mendukung segala bentuk kegiatan yang berhubungan dengan penguatan budaya tradisi. Solo rumahnya gamelan harus digaungkan ke seluruh dunia. Ini sebagai upaya pelestarian gamelan sebagai warisan kebudayaan, juga tumpuan perekonomian para pengrajin daerah. “Komitmen wali kota selalu memfasilitasi pengambangan seni budaya di Solo. Buktinya dengan adanya pengadaan gamelan di kelurahan-kelurahan untuk menggali potensi mereka serta upaya menjaga budaya asli agar tidak hilang,” kata dia.

Dalam menyambut Gamelan Pulang Kampung, Rahayu Supanggah yang akrab disapa Panggah akan mementaskan Ketawang Puspawarna karya K.G.P.A.A. Mangkunegaraan IV yang pernah dibawa Voyager 1 National Aeronautics and Space Administration(NASA) ke luar angkasa. Sebanyak 19 kelompok gamelan mancanegara bakal “pulang kampung”, diantaranya dai Inggris, Belanda, Amerika Serikat, Hungaria, Australia, Thailand, Singapura, Irlandia, Malaysia dan Jepang. Mereka akan pentas sekaligus melihat jejak perkembangan gamelan di tanah kelahiran selama sepekan. Disusul 43 kelompok gamelan Nusantara yang rata-rata diisi kelompok gamelan anak muda dari sekolah maupun sanggar. Ada juga kelompok kelurahan yang berusia dewasa. Masing-masing kelompok diisi lebih dari 25 pengrawit dan pengisi vokal.

Tidak hanya pertunjukan, berbagai acara seperti konferensi international, pameran, pemutaran film, diskusi sastra, hingga penerbitan buku tentang gamelan akan digelar sampai hari terakhir.

Kurator IGF Joko S. Gombloh, mengatakan IGF diharapkan menjadi seperti epigraf bagi perjalanan gamelan selama ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *